Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label bambang haryanto

“Freedom Fighters” dan “Freedom Writers”

Oleh : Bambang Haryanto Wajah-wajah sepuh itu muncul. Menjelang momen peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia media massa kita tak jarang dihiasi foto para veteran pejuang ( freedom fighters ) 1945. Koran Kompas  Jawa Tengah edisi 8 Agustus 2007, pada halaman 1, memajang foto para veteran 45 sedang mengikuti upacara memperingati Serangan Umum 4 Hari Kota Solo di Stadion Sriwedari. Sebagaimana hukum alam, jumlah mereka akan semakin surut dari tahun ke tahun. Sebagai generasi muda, apa yang bisa kita lakukan untuk mereka ? Dalam momen memperingati hari yang sama di Solo, juga dilaporkan koran ini, mengenai  peristiwa arak-arakan, seni happening, yang dilakukan pelajar dan guru mereka dari sekolah swasta dengan  tema mengenang perjuangan para pejuang. Acara diakhiri dengan tabur bunga di makam pahlawan. Acara yang positif. Alangkah baiknya bila hura-hura itu juga diikuti aktivitas yang bernuansakan intelektual. Misalnya satu atau dua pelajar berkunjung k...

Ritus Baru: Berlebaran dan Bersedekah Buku

Oleh : Bambang Haryanto Hari Lebaran adalah magnit yang menggerakkan   jutaan manusia untuk pulang mudik, yang penuh warna suka dan duka.   Ritus kembali ke akar itu   konon menyehatkan   nurani pelakunya yang mencoba menemukan oasis di daerah asalnya sebagai bekal mengarungi kehidupan di tahun-tahun berikutnya. Jangan lupa, mudiknya   mereka juga berdampak ekonomi. Uang dari kota menjadi beredar di desa-desa. Merujuk fenomena positif itu telah menimbulkan gagasan : bagaimana kalau mudiknya jutaan kaum mboro   itu dirancang mampu menggoreskan sentuhan yang berdimensi intelektual yang berguna, juga awet, bagi warga daerah asalnya ?   Ringkas kata : mereka dihimbau membawa buku-buku untuk   disumbangkan ke perpustakaan di daerahnya. Baik perpustakaan sekolahnya dulu, atau perpustakaan umum di kotanya. Harian Kompas ini (3/10 /2006 ) misalnya,   menyebut 119.000 pemudik akan masuk Solo. Kalau satu persen dari pemudik itu menyumba...

Keteladanan Abadi Seorang Soe Hok Gie

Oleh : Bambang Haryanto “Berhasil” kataku dalam hati. Rakyat memperhatikan kami dan dengan demikian rakyat juga tahu bahwa mahasiswa tidak hidup dalam menara gading, seperti yang diduga orang. Aku adalah “arsitek” dari long march   (Salemba-Rawamangun) ini. Tujuanku sebenarnya tidak banyak. Aku ingin mahasiswa-mahasiswa ini menyadari bahwa mereka adalah the happy selected few   yang dapat kuliah dan karena itu mereka harus juga menyadari dan melibatkan diri dalam perjuangan bangsanya. Itulah petikan   dari buku Catatan Seorang Demonstran (1983) karya Soe Hok Gie. Catatan yang mengisahkan aksi mahasiswa 11 Januari 1966 saat menentang kenaikan tarif bis dan BBM, pesannya masih relevan untuk para mahasiswa masa kini, sebagai calon pemimpin masa depan.   Generasi masa kini, baik melalui buku atau filmnya, dapat meneladani jejaknya.   Saya ingin menggaris bawahi   pengantar Harsya W. Bachtiar, Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia/FSUI (1980...

Keterampilan Menulis Itu Penting Untuk Sukses Karier Anda!

Oleh : Bambang Haryanto Lomba penulisan resensi buku guna meningkatkan minat baca   untuk siswa SD/MI se-Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh LPPSP Semarang dan Perpustakaan Jawa Tengah (Kompas, 29/7/2004), pantas mendapatkan sambutan. Sebab orang yang menulis itu otomatis orang yang membaca, tetapi tidak berlaku sebaliknya.  Dengan demikian, menurut hemat saya, untuk meningkatkan minat baca maka yang   harus dipacu adalah justru kebiasaan menulis pada anak didik kita. Pelajaran mengarang, menulis kreatif, harus digalakkan. Para guru/orang tua dapat memberikan apresiasi dengan menempelkan karya anak-anak itu di majalah dinding sekolah atau rumah, mengirimkannya ke media massa, atau memajangnya di media Internet. Menulis adalah proses terpenting untuk mengawetkan ilmu pengetahuan.   Thomas L. Madden dalam bukunya F.I.R.E – U.P. Your Learning : Bangkitkan Semangat Belajar Anda – Petunjuk Belajar Yang Dipercepat Untuk Usia 12 Tahun Keatas (Gramedia, 20...

Kontes A la AFI Di Perpustakaan Wonogiri

Oleh : Bambang Haryanto Mirip mekanisme kontes AFI atau Indonesian Idol,   Perpustakaan Umum Wonogiri   menempuh kebijakan serupa yang patut dipuji, dengan memberi kebebasan kepada anggota dan pengunjung perpustakaan mengajukan pilihan buku yang diinginkannya untuk menjadi koleksi perpustakaan. Peluang untuk memilih buku itu terbuka di bulan Juni –Juli 2004 ini ! Oleh karena itu, kepada warga Wonogiri yang haus ilmu pengetahuan demi meningkatkan kualitas diri dengan gigih   belajar terus tanpa henti,   saya imbau untuk memanfaatkan peluang emas ini. Sebab seperti kata sejarawan dan filsuf politik Skotlandia, Thomas Carlyle (1795-1881) , the true University of these days is a collection of books atau   universitas sejati masa kini   adalah perpustakaan, maka biasakanlah b erkunjunglah ke perpustakaan yang berada di kompleks bagian depan GOR Wonogiri ini. Termasuk kali ini,   silakan ajukan data buku yang Anda   inginkan agar menjadi kol...