Langsung ke konten utama

Postingan

Kartupos Gladys Tanda Cinta

Oleh : Bambang Haryanto Kartupos itu bergambar lanskap kota Sevilla, ibukota Andalusia, Spanyol Selatan. Lain kali panorama Birmingham, Inggris,   Guangzhou di Cina, sampai Atlanta di Amerika Serikat. Selain kontak lewat e-mail, saudara saya yang berprofesi sebagai wartawan olahraga selalu mengirimkan kartupos dari tempat ia meliput event olahraga kelas dunia. Aktivitas sederhana itu ia jadikan tradisi dan kini ia tularkan pada putrinya, Gladys,   yang masih TK. Setiap ke luar kota, putrinya ia ajak membeli kartupos bergambar   khas kota setempat. Lalu mengajarinya untuk   menulisi   kartupos itu dengan satu-dua kata atau coretan gambar. Kebetulan Gladys sudah lancar menulis namanya sendiri, alamat, juga nama kakak,   orang tua dan kakek-neneknya. Kartupos-kartupos itu lalu dimasukkan ke bis surat, ditujukan pada dirinya sendiri dan orang tuanya. Bangga Sebagai Pustakawan . Saya (Bambang Haryanto) berfoto bersama Gladys, bulan Juni 2017. Saat ...

Perempuan, Fobi Terhadap Teknologi Informasi ?

Oleh : Bambang Haryanto Teknologi Informasi : Industri Tanpa Perempuan .   Itulah judul   artikel Kendra Mayfield di s itus gaya hidup teknologi informasi Wired (1/12/2001), yang menggambarkan minimnya perempuan berkiprah dalam industri teknologi informasi di Eropa Barat.   Fenomena buram itu   juga meruyak di Indonesia.   Kajian BPPT memperkirakan kaum perempuan Indonesia yang memanfaatkan   Internet pada tahun 2002 hanya 24,14 persen.   Sementara itu peran kaum Kartini kita   pun   dalam ketenagakerjaan TI   lebih dominan   pada posisi administratif, seperti menangani surat elektronik, memasukkan data, atau operator komputer. Masih sedikit sekali perempuan pada posisi tenaga   ahli dan profesional, apalagi dalam struktur pengambilan keputusan dalam industri TI. Bahkan tidak banyak perempuan berperan sebagai ilmuwan komputer dan programmer.   Mengapa karier   bidang   TI tidak menarik kalangan pere...

Keterampilan Menulis Itu Penting Untuk Sukses Karier Anda!

Oleh : Bambang Haryanto Lomba penulisan resensi buku guna meningkatkan minat baca   untuk siswa SD/MI se-Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh LPPSP Semarang dan Perpustakaan Jawa Tengah (Kompas, 29/7/2004), pantas mendapatkan sambutan. Sebab orang yang menulis itu otomatis orang yang membaca, tetapi tidak berlaku sebaliknya.  Dengan demikian, menurut hemat saya, untuk meningkatkan minat baca maka yang   harus dipacu adalah justru kebiasaan menulis pada anak didik kita. Pelajaran mengarang, menulis kreatif, harus digalakkan. Para guru/orang tua dapat memberikan apresiasi dengan menempelkan karya anak-anak itu di majalah dinding sekolah atau rumah, mengirimkannya ke media massa, atau memajangnya di media Internet. Menulis adalah proses terpenting untuk mengawetkan ilmu pengetahuan.   Thomas L. Madden dalam bukunya F.I.R.E – U.P. Your Learning : Bangkitkan Semangat Belajar Anda – Petunjuk Belajar Yang Dipercepat Untuk Usia 12 Tahun Keatas (Gramedia, 20...

Kontes A la AFI Di Perpustakaan Wonogiri

Oleh : Bambang Haryanto Mirip mekanisme kontes AFI atau Indonesian Idol,   Perpustakaan Umum Wonogiri   menempuh kebijakan serupa yang patut dipuji, dengan memberi kebebasan kepada anggota dan pengunjung perpustakaan mengajukan pilihan buku yang diinginkannya untuk menjadi koleksi perpustakaan. Peluang untuk memilih buku itu terbuka di bulan Juni –Juli 2004 ini ! Oleh karena itu, kepada warga Wonogiri yang haus ilmu pengetahuan demi meningkatkan kualitas diri dengan gigih   belajar terus tanpa henti,   saya imbau untuk memanfaatkan peluang emas ini. Sebab seperti kata sejarawan dan filsuf politik Skotlandia, Thomas Carlyle (1795-1881) , the true University of these days is a collection of books atau   universitas sejati masa kini   adalah perpustakaan, maka biasakanlah b erkunjunglah ke perpustakaan yang berada di kompleks bagian depan GOR Wonogiri ini. Termasuk kali ini,   silakan ajukan data buku yang Anda   inginkan agar menjadi kol...